Berita terbaru

Selasa, 01 Mei 2018

GELAR VISITING DOKTOR, JURUSAN PGMI ANGKAT TEMA MULTILITERASI DI PENDIDIKAN DASAR ABAD KE-21

GELAR VISITING DOKTOR, JURUSAN PGMI ANGKAT TEMA MULTILITERASI DI PENDIDIKAN DASAR ABAD KE-21





Batusangkar (11/4) – Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Batusangkar menggelar kegiatan visiting doctor bertajuk multiliterasi. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa PGMI ini berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Dekan FTIK IAIN Batusangkar, yakni Dr. Sirajul Munir, M.Pd. Beliau berujar “Geliat Jurusan PGMI IAIN Batusangkar dengan menggelar kegiatan ini merupakan langkah tepat untuk lebih mengembangkan lulusan yang memiliki wawasan luas, terbuka pada setiap ranah keilmuwan, dan arif sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, hendaknya kegiatan ini mampu menggali seluruh kompetensi mahasiswa PGMI sebagai calon guru yang hidup pada era milenial yang senantiasa berdampingan dengan kemajuan teknologi.” Ujarnya. Selain itu, kegiatan visiting doctor yang digelar hendaknya menjadi salah satu sarana dalam menanamkan nilai-nilai keilmuwan yang cakap pada semua ranah literasi yakni keterbukaan wawasan, cara pandang, dan cara berpikir sebagai guru yang akan fokus pada penanaman nilai-nilai pada jenjang pendidikan dasar. 


Kegiatan dengan tema “Mengembangkan Multiliterasi pada Pendidikan Dasar di Abad ke-21” diisi oleh Dr. Taufina Taufik, M.Pd, Penulis Buku Kurikulum 2013 yang kini terus aktif pada bidang pendidikan dasar. “multiliterasi yang dimaksud adalah keterbukaan wawasan dengan menanamkan nilai-nilai moral pada peserta didik di setiap subjek pembelajaran” Ujarnya. Selain itu, diperlukan cara untuk membuka wawasan peserta didik dalam penyajian pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menguasai teknik, metode, dan media pembelajaran. Pada kesempatan tersebut, Dr. Taufina Taufik, M.Pd juga menguraikan bagaimana menjadi guru yang professional yang mampu mengampu dan mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang paripurna.
Kegiatan yang berlangsung selama 5 jam tersebut, memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswa PGMI IAIN Batusangkar. Hal ini nampak dari antusiasme mahasiswa yang tetap fokus dan semangat dalam mengikuti kegiatan hingga akhir. “Saya mendapatkan ilmu baru yang nanti akan saya terapkan dalam pembelajaran ketika praktek mengajar di sekolah” Ujar Salah seorang mahasiswa. Mereka berharap, ke depan kegiatan yang bertajuk sistem pembelajaran terkait literasi diadakan kembali. (Zal)

 

Selasa, 13 Maret 2018

KUATKAN KURIKULUM DAN MUTU LULUSAN, JURUSAN PGMI DAN PIAUD FTIK IAIN BATUSANGKAR GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

KUATKAN KURIKULUM DAN MUTU LULUSAN, JURUSAN PGMI DAN PIAUD FTIK IAIN BATUSANGKAR GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)



Batusangkar (7/3) – Mempersiapkan mutu lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja, Jurusan PGMI dan PIAUD FTIK IAIN Batusangkar menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dari dua jurusan yang fokus pada bidang jenjang Pendidikan Dasar. FGD yang digelar fokus pada pembahasan kurikulum yang mengacu pada penguatan karakter lulusan yang memiliki ke-khas-an keislaman yang tercermin dalam setiap pola gerak dan tingkah laku lulusan dengan manner dan karakter yang baik.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari, menghadirkan pakar kurikulum yang fokus pada Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Rusdawati, selaku pemateri pada kegiatan penguatan kurikulum menyebutkan bahwa hal penting yang perlu dipersiapkan oleh pihak kampus selaku ‘dapur’ penghasil guru-guru adalah penyiapan pada karakter serta pengaplikasian wawasan keislaman yang merupakan ke-khas-an dari lulusan dengan label IAIN. Fokus pembahasan ini lebih kepada penyatuan kurikulum JSIT dan korelasinya terhadap kurikulum kampus untuk mencapai mutu lulusan yang sesuai dengan apa yang diminta di lapangan pekerjaan. Rusdawati juga menjelaskan bahwa hal penting dalam dunia pendidikan bukan hanya menghasilkan guru yang mempunyai kompetensi pedagogik yang handal, namun juga perlu pada penguatan karakter guru guna menginternalisasi sejauh mana karakter dari setiap mata pelajaran yang disampaikan tertanam baik pada siswa yang diajarkan, mengingat pada saat ini “karakter” merupakan hal krisis yang terjadi. 

Penguatan kurikulum dan mutu lulusan lebih difokuskan pada learning outcomes dari masing-masing jurusan. Melalui FGD tersebut, Elis Komalasari, M.Pd selaku Ketua Jurusan PIAUN FTIK IAIN Batusangkar memaparkan “ada tiga profil lulusan jurusan PIAUD yaitu menjadi calon pendidik PIAUD, sebagai pengelola PIAUD, serta menjadi Edupreneur bidang pendidikan yang fokus pada alat-alat permainan edukatif”. Senada dengan hal tersebut, Nina Suzanne, M.Pd selaku Ketua Juruan PGMI FTIK IAIN Batusangkar juga memaparkan beberapa profil lulusan PGMI, diantaranya “Jurusan PGMI diharapkan sebagai calon pendidik Anak Sekolah Dasar, Menjadi Peneliti Bidang Pendidikan Dasar yang fokus pada pengembangan bahan ajar, modul, dan majalah, serta menjadi trainer bidang pendidikan dasar yang fokus pada ranah pendampingan dan pengasuhan anak sekolah dasar”.

Melalui kegiatan tersebut, Ketua Jurusan PIAUD dan PGMI berharap dosen yang berkaitan pada masing-masing mata kuliah yang diampu dapat bekerjasama dalam mewujudkan profil lulusan dengan mengedepankan pada pengintegrasian nilai-nilai keislaman pada setiap mata kuliah guna menginternalisasi karakter mahasiswa sebagai calon pendidik. Dengan kata lain, pengembangan dan penginternalisasian karakter bermula dari dosen kemudian diturunkan pada mahasiswa. (Zal)